Pidato Presiden

Konsensus Menghapus Perpecahan, Bersatu Melindungi Taiwan

Yang terhormat para hadirin, Ketua Penyelenggara Bapak You Si-kun, para tamu undangan dan seluruh teman Tionghoa Perantau baik yang menyaksikan siaran langsung di televisi atau internet, apa kabar semuanya!

Bersatu untuk ketahanan, kerja sama pandemi internasional

Hari ini adalah Hari Nasional Republik Tiongkok (ROC) ke-110. Di hari ini setiap tahunnya, kita berkumpul bersama merayakan hari ulang tahun negara.

Kita dengan hati yang khusuk, berterima kasih pada leluhur kita di tanah ini, tidak peduli mereka yang datang lebih awal atau belakangan, mereka telah berkorban bagi tanah yang indah. Hari ini, kita yang hidup di Taiwan telah menjadi satu kesatuan, kita bersama-sama menghadapi satu persatu ujian dan tantangan.

Epidemi COVID-19 kembali melonjak yang paling serius di Taiwan pada Mei tahun ini, ada 800 lebih warga yang kehilangan nyawanya, mereka adalah keluarga dan teman kita, merupakan bagian dari kita. Di sini pada saat saya memulai pidato ini, saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada para anggota keluarga korban. Dalam gelombang epidemi ini, kami juga kembali melihat tingginya kedisiplinan dan kwalitas dari masyarakat Taiwan.

Semua tetap tidak lupa memakai masker mulut walaupun cuaca sepanas apapun; tidak peduli entah kemanapun juga, semua pasti secara otomatis memindai QR Code, dan juga menjaga jarak sosial. Saat vaksin datang, semua juga bersama-sama mengikuti pengaturan urutan yang telah ditetapkan  pemerintah untuk penyuntikan vaksin. Saya sangat berterima kasih atas upaya keras dan kerja sama Anda semua, pemerintah juga tidak akan memandang ini sebagai suatu hal yang seharusnya.

Saya juga ingin secara khusus berterima kasih pada Yonglin Foundation (Foxconn), TSMC, Yayasah Buddha Tzuchi dan organisasi masyarakat lainnya yang bergandengan dengan pemerintah. Saya sekali lagi juga ingin berterima kasih atas jerih payah dari seluruh petugas medis, terlebih saya sekali lagi berterima kasih kepada seluruh masyarakat Taiwan yang tetap bersatu melewati masa-masa sulit dan tetap melindungi negara kita: Ini merupakan kualitas demokrasi kita semua dalam menjaga negara tercinta.

Selain pertolongan yang kita lakukan sendiri, kita juga menerima bantuan dari teman negara internasional. Di saat pandemi global tengah merebak serius, dalam situasi tidak stabilnya penyediaan vaksin, Jepang, Amerika Serikat, Lithuania, Slovakia, Republik Ceko, Polandia dan negara-lainnya memberikan uluran tangannya bagi Taiwan.

Hari ini, selain Lithuania yang akan segera mendirikan kantor perwakilannya di Taiwan, juga ada perwakilan-perwakilan negara lainnya yang juga hadir di sini. Ini adalah yang disebut “Aliansi Demokrasi, Persahabatan Global”. Saya juga menggunakan kesempatan ini mengundang seluruh tamu undangan yang hadir di sini untuk memberikan tepuk tangan yang meriah kepada perwakilan-perwakilan negara ini, dan kita mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Ada sebuah tradisi yang indah di Taiwan, kami tidak akan melupakan kebaikan orang lain. Tahun lalu kami mengirimkan masker dengan slogan “Taiwan can help”; tahun ini mereka mengirimkan vaksin, ini merupakan “vaksin persahabatan” yang adalah “lingkaran kebaikan”. Saya berjanji pada masyarakat internasional, Taiwan dalam dunia internasional pasti akan berkontribusi, agar “lingkaran kebaikan” akan terus meluas.

Setahun ini, meskipun epidemi menghantam kebutuhan domesti, tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan kita. Kekurangan chip semikonduktor global semakin menonjolkan pentingnya Taiwan dalam rantai pasokan, sedangkan perkembangan situasi di Indo Pasifik juga kembali membutktikan posisi kunci yang dimiliki Taiwan dan sekali lagi mendapat perhatian.

Hubungan Taiwan dan Jepang terus menguat, hubungan kita dengan Uni Eropa semakin lama semakin akrab, TIFA antara Taiwan dan Amerika kembali dibicarakan. Taiwan juga telah mengusung untuk berpartisipasi dalam CPTPP. Masalah Taiwan sudah tidak lagi dikesampingkan oleh Washington DC, Tokyo, Canbera, ataupun Brussel, semakin lama semakin banyak sahabat baik demokrasi yang bersedia mendukung Taiwan.

Kita yakin dengan kemampuan diri kita sendiri, bergandengan tangan dengan mitra yang memiliki kesepahaman yang hampir sama untuk berkontribusi bagi masyakarat internasional. Taiwan tidak lagi terkucilkan di dunia internasional, sekarang kita sudah menjadi “pulau gigih” yang berani menghadapi tantangan.

 

Situasi Regional yang Kompleks, Menghadapi Situasi dengan Tantangan Berat

Ketika situasi kita mulai membaik, tantangan yang datang dari RRT kian membesar. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan kepada seluruh warga sebangsa, bahwa kita tidak boleh lengah.

Situasi perpolitikan internasional kini tengah mengalami transformasi drastis. Ekspansi otoritarianisme telah membuat negara-negara dunia yang mendukung paham kebebasan semakin waspada, dan Taiwan berada di garda terdepan untuk mempertahankan prinsip demokrasi.

Oleh karena itu, dengan perkembangan situasi internasional, Republik Tiongkok saat ini berada dalam situasi yang paling kompleks dan dapat berubah dalam 72 tahun. Setiap langkah yang kita ambil pasti akan mempengaruhi arah masa depan dunia; arah masa depan dunia pasti akan mempengaruhi masa depan Taiwan.

Oleh karena itu, di tengah tren dunia internasional yang terus berubah-ubah, Republik Tiongkok saat ini berada pada situasi yang kian kompleks, terutama dalam kurun waktu 72 tahun terakhir. Setiap langkah yang kita ambil pasti akan mempengaruhi arah masa depan dunia, dan arah ini akan mempengaruhi masa depan Taiwan.

Situasi di Kawasan Indo-Pasifik menjadi kian tegang dan kompleks. Setelah otoritas Beijing mengambil kendali penuh atas Hong Kong dan menekan paham demokratis, mereka juga menyesuaikan arah perkembangan politik dan ekonomi, yang mengarah pada “Reformasi dan Keterbukaan”.

Pada saat yang sama, tatanan regional di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur tengah mendapat tantangan. Aktivitas pesawat militer RRT di wilayah udara barat daya Taiwan telah mempengaruhi keamanan penerbangan dan nasional kita.

Di antara negara-negara pendukung paham demokrasi, tengah melakukan berbagai upaya guna memperkuat fondasi kerja sama di berbagai bidang, untuk merespons perubahan di Kawasan regional maupun global. Organisasi seperti G7, NATO, Uni Eropa serta Dialog Keamanan Kuadrilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia telah menyatakan keprihatinan mereka perihal perdamaian dan keamanan di Selat Taiwan. Mereka juga menaruh perhatian yang mendalam terhadap kondisi perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik yang dicemaskan akan dirusak secara sepihak oleh RRT.

Di sini, saya tegaskan sekali lagi bahwa Taiwan bersedia memberikan kontribusi bagi stabilitas perdamaian di kawasan regional. Dalam hubungan lintas selat, itikad baik dan komitmen kita tidak pernah berubah. Mempertahankan statu- quo adalah keputusan bulat kita. Kita akan melakukan upaya terbaik, guna mencegah terjadinya perubahan status-quo secara sepihak.

Saya juga ingin menekankan bahwa penyelesaian perbedaan lintas selat harus melalui dialog yang setara.

Kita menantikan situasi perdamaian antar selat. Kita tidak akan maju dengan tergesa-gesa, pada saat yang sama kita juga akan menyerah di bawah tekanan yang ada. Kita akan terus memperkaya pertahanan nasional, sembari memperlihatkan tekad untuk membela diri dan memastikan bahwa tidak ada paksaan untuk mengikuti langkah yang ditetapkan oleh RRT. Karena di bawah langkah yang dianjurkan oleh RRT, tidak akan ada gaya hidup demokratis dan kebebasan, apalagi kedaulatan bagi 23 juta warga ROC.

 

Kesepakatan, Berpegang 4 Keyakinan

72 tahun lalu semenjak ROC mendirikan pemerintahannya di Taiwan pada tahun 1949. Dan selama 72 tahun ini, perekonomian kita telah berubah drastis, dari kemiskinan hingga ke gerbang kemakmuran, dari politik otoritarianisme menjadi demokrasi, dari unilateralisme menjadi multilateralisme. Selangkah demi selangkah, kita telah menanggapi Taiwan yang baru, yakni Republik Tiongkok hari ini.

Penampilan yang mendapat pujian dari dunia hari ini adalah hasil upaya bersama dari seluruh warga lintas generasi. Tidak ada sekelompok orangpun yang dapat mengambil kredit ini secara sepihak.

Dalam Krisis Selat Taiwan 1958, tentara nasional yang telah bertempur dengan gagah berani tidak membedakan dari mana asal mereka. Talenta yang berada di negeri semikondutor ini juga diperlakukan setara, tanpa membedakan warna politik yang ada. Cheng Nan-jung adalah aktivis yang berasal dari RRT, Larisa Bakurova berasal dari Ukraina, ibunda Wen Chen-ling adalah Tionghoa Perantauan Filipina dan ayahnya adalah campuran dari keluarga Hakka dan Jepang. Atlet bisbol Wang Guang-hui yang belum lama ini wafat adalah atlet dari Suku Penduduk Asli Taiwan yaitu Suku Amis.

Seluruh warga Taiwan marah ketika bendera nasional kita tidak terlihat, kita bersama berontak saat menerima perlakukan penindasan, ini adalah rasa kehormatan yang dimiliki bersama. Di negara ini, apa pun yang telah terjadi di masa lampau bukanlah kesalahan salah satu pihak. Tidak ada yang dikesampingkan, hanya karena latar belakang yang berbeda. Selama menghormati dan mengakui tanah yang kita junjung bersama, Taiwan akan selalu melebarkan kedua tangan untuk menyambut dan menyatukan seluruh pihak.

Perubahan selama 72 tahun belakangan telah membawa transformasi besar pada citra negara. Namun selain perubahan yang ada, kita juga memiliki kegigihan yang tidak akan pernah berubah. Itu dilakukan guna “mempertahankan kedaulatan dan membela negara”.

Keyakinan ini adalah kunci penting untuk memungkinkan Taiwan berdiri teguh dan tak tergoyahkan di bawah prinsip demokrasi yang terus berkembang. Ini juga menjadi fondasi dan alasan bagi tentara nasional untuk mempertahankan atau memperjuangkan rumah dan negara selama 72 tahun ini. Hal ini juga menjadi landasan bagi kegigihan warga Taiwan dari generasi ke generasi.

Kegigihan seperti ini tidak datang hanya dari satu partai atau satu faksi. Hari ini, Ketua Partai Kuomintang (KMT) –  Eric Chu, Ketua Partai TPP (Taiwan People’s Party) – Ko Wen-je dan Ketua Partai NPP (New Power Party) – Chen Jiao-hua juga hadir di sini.

Kehadiran para ketua partai adalah panorama demokrasi yang indah dari Taiwan. Dalam menjalankan kebijakannya, para politikus dari partai yang berbeda-beda sedikit banyak akan memiliki pendapat yang beragam. Selama menyangkut martabat negara dan masa depan rakyat, ini adalah hal yang wajar. Kita harus terus bersatu, guna menjaga kedaulatan, serta melindungi gaya hidup bebas dan demokratis bagi seluruh generasi Taiwan.

Oleh karena itu, kita harus sepakat untuk menganut sistem pemerintahan yang bebas dan demokratis. Otoritas Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok tidak akan saling melanggar atau menantang kedaulatan masing-masing. Masa depan Republik Tiongkok hanya ditentukan oleh keinginan dari 23 juta warga Taiwan.

Empat kegigihan ini adalah prinsip dasar Taiwan yang menjunjung tinggi paham demokrasi dan juga menjadi konsensus utama kita. Berdiri di atas kesepakatan ini, kita memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan lebih banyak konsensus, guna menghadapi tantangan di masa mendatang.

Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan para generasi muda di negeri ini untuk terus hidup berdemokrasi hingga ke generasi berikutnya.

 

Perkuat Kesepakatan, Kesamaan Umum Atasi Masalah

 Semenjak menjabat posisi presiden pada tahun 2016, saya telah berkomitmen untuk mengedepankan unsur diversifikasi di sektor perdagangan, inovasi industri, transformasi energi, pengembangan dan penempatan bakat. Dengan demikian, warga Taiwan dapat menyaksikan transformasi positif dari struktur perekonomian dalam negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, di tengah dinamika ekonomi dunia, kami telah membantu sejumlah besar pengusaha Taiwan untuk menanamkan modalnya ke tanah air dan mempercepat transformasi industri. Dalam kurun 30 tahun belakangan yang penuh dengan perubahan ini, pertumbuhan ekonomi menjadi kian tidak pasti dikarenakan faktor ketergantungan yang berlebihan terhadap salah satu pasar, belum lagi dengan masalah permodalan dan langkanya jumlah tenaga kerja atau talenta berbakat.

Hari ini, performa Taiwan telah kembali pada masa kejayaan Empat Macan Asia terdahulu. Tidak hanya demikian, prestasi Taiwan kian menarik perhatian mata dunia. Hal ini membuktikan Taiwan memiliki potensi untuk menciptakan model pembangunan perekonomian yang lebih tangguh dan mandiri.

Kita telah mengambil jalur perekonomian yang tidak hanya bergantung pada salah satu pasar, ini juga menjadi kunci bagi perekonomian Taiwan untuk dapat berpijak pada dunia global. Rekan-rekan yang terhormat, pintu dunia telah terbuka bagi Taiwan, kami harus terus maju dan membuat ekonomi Taiwan kian bersinar dalam kurun 30 tahun mendatang.

Selain transformasi ekonomi, kami juga telah mengatasi seluruh kesulitan dan mempromosikan lebih banyak reformasi. Kepedulian perawatan sosial juga telah diperluas, melalui terobosan diplomatik yang diusung. Di samping itu, masih ada reformasi pertahanan nasional yang juga tengah digalakkan.

Banyak orang bertanya kepada saya, apa yang akan kami lakukan untuk Taiwan selanjutnya? Jawaban saya sederhana. Selain keberanian untuk mereformasi dan memperkuat pertahanan nasional, kita harus meletakkan fondasi yang kukuh bagi pembangunan masa depan negara yang berkelanjutan. Kita harus memungkinkan Republik Tiongkok untuk memiliki kekuatan mumpuni, dengan kondisi masyarakat yang stabil, guna menuju ke gerbang berikutnya yang penuh dengan perubahan dan tantangan.

Kita harus menuntaskan isu-isu usang yang membelenggu masyarakat Taiwan, yang sarat dengan perpecahan dan sulit untuk menggapai konsensus. Kita harus mencari solusi yang tepat dan dapat diterima publik, untuk kemudian digunakan sebagai kunci penyelesaian dari perselisihan jangka panjang ini. Dengan demikian, jalan Taiwan pada masa mendatang akan kian terbuka lebar, tanpa diwarnai keraguan.

Guna menjawab kebutuhan pembangunan nasional, kita perlu melakukan peninjauan dan penyesuaian yang diperlukan untuk menuntaskan masalah pemerintahan krusial, misal sistem organisasi pemerintahan, mekanisme lokal, perencanaan wilayah dan pembangunan di daerah. Dengan demikian, efektivitas pemerintahan nasional dapat bekerja semaksimal mungkin, dan menghadirkan jawaban terbaik bagi seluruh opini publik.

Reformasi sistem pemerintahan konstitusional merupakan hal yang harus kita hadapi bersama. Komite Amandemen Konstitusi Yuan Legislatif juga telah dibentuk. Reformasi ini akan tetap berdasar Konstitusi Republik Tiongkok, yang mengedepankan mekanisme demokratis dan kebebasan.

Saya mengerti standar revisi konstitusi sangat tinggi, saya ingin mengimbau agar partai politik berkuasa dan oposisi merevisi isu yang terkait dengan tatanan pemerintahan, baik pemerintah berkuasa maupun oposisi wajib melepaskan prasangka dan serius menjalani pembahasan terkait isu konstitusi pemerintah dan mencari titik temu terbesar.

Pekerjaan dalam keadilan transisional, akan meninggalkan bekas luka serta prasangka benar/salah. Bagaimana menyembuhkan atau mengevaluasi akan menguji seluruh kebijaksanaan dan keberanian generasi mendatang kita.

Selain itu, bagaimana seharusnya kebijakan sumber energi negara, ini juga merupakan pertanyaan yang harus kita pikirkan. Tidak ada satu negarapun yang terus menerus mengandalkan kebijakan sumber energi untuk mengerakkan pertumbuhan ekonomi. Kami telah menyelaraskan langkah dengan arus utama internasional, mengumumkan target emisi nol karbon pada tahun 2050, juga harus bersama dengan tiap-tiap negara merencanakan peta jalan, juga perlu bersama berbagai kalangan memetakan perencanaan, memanfaatkan tren perkembangan yang ada, lebih awal menganalisa risiko, membangun sistem suplai listrik yang lebih tanggap serta fleksibel.

Menangani beberapa isu penting ini, baru dapat membangun dasar stabilitas yang berkepanjangan, memberikan negara yang lebih baik untuk generasi muda. Kemudian, beberapa pembahasan isu umum ini, dikarenakan posisi partai politik yang berbeda atau perbedaan yang diterima dalam politik, sehingga semua hanya cara yang berbeda, menjadi perbedaan ideologis yang tak terbatas. Beberapa persengketaan ini dapat merugikan pembangunan negara, hanya akan membuat upaya Taiwan sia-sia dan tidak bergerak maju.

Maka dari itu, saya berharap selama periode jabatan saya di beberapa tahun ke depan, bermaksud menyisipkan kekuatan sosial, bersama mencari solusi untuk beberapa isu permasalahan ini. Berharap agar masyarakat sosial dan instansi pemerintahan bergandengan tangan, saling bekerja sama, mencari kesamaan umum terbesar dari pendapat yang berbeda, satu persatu permasalahan diatasi, meletakkan dasar kokoh demi arah utama pembangunan negara.

 

Bergandengan dengan Bangga dan Percaya Diri Melangkah ke Dunia

Tahun 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan, dan juga merupakan tahun yang menyentuh, di Olimpiade Tokyo musim panas tahun ini , Taiwan berhasil menunjukkan keunggulannya. Di hari nasional ini , saya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan atlet, terima kasih kepada Anda semua yang telah membuat dunia melihat Taiwan.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Olimpiade Tokyo, masyarakat Taiwan kembali menunjukkan kebersamaan dan kerja sama yang ada. Saya tahu ada warga yang beranggapan setiap kali melihat pertandingan yang kalah, jadi hanya mengirimkan tim atlet Taiwan untuk bertanding tanpa berani menonton siaran  langsung, dan hanya memberikan dukungan dari lubuk hatinya. Saya juga tahu, ada warga yang lebih tegang dengan debaran jantung yang lebih kencang daripada sang atlet saat melihat pertandingan panahan.

Inilah rasa kebersamaan hati, yang merupakan ikatan benang yang tidak terlihat, menyatukan kita semua, baik suka maupun duka. Saat pertandingan bulu tangkis ganda putra merebut medali emas, ketika layar televisi menayangkan bola masuk, saya yakin banyak orang yang menjerit, bahkan meneteskan air mata kegirangan.

Momen ini sudah ditunggu sejak lama, kebaikan Taiwan,  rasa percaya diri Taiwan, dan keberanian Taiwan, selalu mendapat keyakinan global, dipandang oleh dunia, semua berhasil kita lakukan di musim panas ini.

Beberapa hari ini, dalam latihan militer penyelenggaran pesta perayaan hari Nasional, dapat terlihat pesawat yang melintasi di angkasa Taipei, banyak yang mengandah ke atas melihat pesawat tempur yang melintasi.

Tidak hanya tentara angkatan udara, dalam menyambut perayaan HUT ROC jalanan dikota Taipei juga banyak sekali tim-tim yang sedang beratraksi. Tim kerja kontruski, tentara kimiawi yang menjalani disinfeksi, militer sipil yang membawa motor gede, serta banyak sekali tank tempur yang langka terlihat , saat ini ada di depan jalan Zhong Qing South Road dan siap meluncur.

Semua orang menggunakan handphone untuk mengambil foto, barangkali tidak bisa melihat jelas dan tidak mengetahui alutsista mana yang sedang beratraksi, akan tetapi ini bisa memberikan rasa tenang bagi warga. Ini adalah tentara negara kami, ini adalah pasukan kami yang bisa melindungi negara kami, jika ada musibah terjadi mereka akan dating memberikan penyelamatan ketika kedaulatan negara demokrasi terancam mereka juga akan mempertaruhkan nyawanya untuk membela negara.

Tahun 2021, panorama Taiwan yang paling mengharukan adalah pesawat tempur Mirage-2000 menyambut pahlawan Olimpiade yang kembali ke Taiwan. Tentara dan pahlwan Olimpiade adalah pahlawan nasional. Saya mengharapkan semua warga Taiwan yakin dengan keunggulan Taiwan, yakin dengan pentingnya Taiwan, yakin dengan 23 juta penduduk Taiwan yang menjadi komunitas mampu bereksistensi di dunia. Mari kita membawa kemakmuran dan kepercayaan diri melangkah maju, dengan jati diri , memberikan kegembiraan bagi dunia, agar Taiwan juga mendunia. Selamat ulang tahun ROC, dan juga mendoakan agar semua warga sehat sejahtera, terima kasih.